calender ucizZ

astroid

Diposting oleh astronomi

Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.

[sunting] Asteroid dalam sistem tatasurya

Sabuk asteroid (titik-titik putih).
Dari kiri ke kanan: 4 Vesta, 1 Ceres, Bulan.
Asteroid pertama yang ditemukan adalah 1 Ceres yang ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid.
Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350[1] memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto), yaitu 129342 Ependes [2].
Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta[3]. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 1 Ceres dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~ 500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat 99942 Apophis).
Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×1021 kg[4][5], atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, 1 Ceres bermassa 0.95×1021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%) dan 10 Hygiea (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, 511 Davida (1.2%), 704 Interamnia (1.0%) dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalnya. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensial walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid Ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.

[sunting] Catatan kaki

  1. ^ "Minor Planet Names". http://cfa-www.harvard.edu/iau/lists/MPNames.html. Diakses pada 14 September 2006. 
  2. ^ "Discovery Circumstances: Numbered Minor Planets (125001)-(130000)". http://cfa-www.harvard.edu/iau/lists/NumberedMPs125001.html. Diakses pada 12 Juli 2006. 
  3. ^ "New study reveals twice as many asteroids as previously believed". http://www.spaceref.com/news/viewpr.html?pid=7925. Diakses pada 28 Maret 2006. 
  4. ^ Krasinsky, G. A.; Pitjeva, E. V.; Vasilyev, M. V.; Yagudina, E. I. (2002). "Hidden Mass in the Asteroid Belt". Icarus 158 (1): 98-105. 
  5. ^ Pitjeva, E. V. (2005). "High-Precision Ephemerides of Planets - EPM and Determination of Some Astronomical Constants". Solar System Research 39: 176.

pemikiran roket luar angkasa

Diposting oleh astronomi

Pemikir Roket ke Luar Angkasa

KONSTANTIN TSIOLKOVSKY (1857 - 1935)
Roket bukanlah barang baru. Sejak zaman dahulu, bangsa Cina telah menciptakan mercon yang mampu melesat ke udara hingga membentuk kembang api raksasa di angkasa. Pada masa perang, mercon berubah fungsi menjadi sarana peluncur panah api. Senjata itu digunakan tentara Cina untuk menghalau serangan bangsa Mongolia pada tahun 1232. Pada abad ke-19, para ilmuwan mulai memikirkan tentang kemampuan roket untuk membawa wahana dan manusia ke luar angkasa. Dari sekian banyak ilmuwan, adalah Konstantin Tsiolkovsky yang diakui oleh banyak ilmuwan sebagai pionir yang membuat teori dari berbagai aspek perjalanan antariksa oleh manusia dan propulsi roket.

Lahir pada 17 September 1857 di Desa Izhevskoye (sekarang masuk Distrik Spassky), Provinsi Ryazan, Rusia, dia merupakan putra dari pasangan Edward Tsiolkovsky, seorang patriot Polandia yang deportasi ke Rusia, dan Maria Yumasheva, seorang perempuan berpendidikan dari Rusia.

Pada usia sembilan tahun, Konstantin mengalami gangguan pendengaran akibat penyakit infeksi bintik merah (scarlet fever). Oleh karena itu, dia tidak bisa mengikuti pendidikan formal. Namun, kehilangan pendengaran bukanlah hambatan baginya untuk belajar. Dia meraih pengetahuan secara otodidak dengan membaca berbagai buku di perpustakaan ayahnya.

Pada tahun 1873-1876 Konstantin tinggal di Moskow. Di sana dia menerima pendidikan pribadi dari Nikolai Fedorovitch Fedorov, seorang filsuf yang brilian dan penganut Russian Cosmism.

Ketika usia 17 tahun dan masih tinggal di Moskow, Konstantin mulai memimpikan tentang perjalanan ke luar angkasa menggunakan roket. Sebagian besar impiannya itu terinspirasi oleh novel-novel karya Jules Verne. Sejak saat itu pula Konstantin mulai memikirkan tentang masalah desain wahana ruang angkasa. Pemikiran besarnya tidak sebatas tentang kemampuan manusia pergi ke luar angkasa tetapi juga kemampuan manusia untuk tinggal di luar angkasa.

Pada tahun 1880-1892 Konstantin tinggal di Borovsk menjadi guru. Saat itu dia mulai melakukan penelitian ilmiah dengan membuat balon udara, mengkaji permasalahan perjalanan ke luar angkasa, dan mendalami aerodinamika. Ketika masih tinggal di Borovsk, Konstantin menyelesaikan sebuah tulisan berjudul Ruang Hampa (Free Space) pada tahun 1883. Dalam tulisan dia mempertimbangkan kemungkinan perjalanan ke luar angkasa menggunakan roket. Tulisan itu disertai dengan gambar wahana ruang angkasa yang ditenagai dengan jet reaktif.

Pada 28 Maret 1883 Konstantin mendemonstrasikan prinsip aksi reaksi melalui suatu percobaan. Dia mengompres gas ke dalam tong kecil hingga tekanan gas di dalamnya membesar. Setelah itu, tutup lubang kecil tong dibuka dan tong itu pun bergerak akibat dari tekanan gas yang keluar melalui lubang. Dia menemukan bahwa gerakan tong dapat diatur dengan mengubah-ubah tekanan gas yang dilepas dari tong itu.

Pada 1892-1935 Konstantin yang tinggal di Kaluga termasyhur dengan menerbitkan teori-teorinya tentang penerbangan antariksa dan Dia juga menulis Filosofi Kosmik.

Tahun 1903, Konstantin menyusun desain roket pertamanya menggunakan bahan bakar campuran oksigen cair dan hidrogen cair. Kedua bahan bercampur menjadi bahan peledak di ujung sempit tabung roket. Pembakaran bahan bakar yang telah bercampur itu akan menghasilkan gas termampatkan dan terpanaskan. Gas itu secara cepat mendingin dan merenggang di bagian tepi yang lebih lebar pada tabung atau di bagian ekor roket sehingga menghasilkan pembuangan gas atau semburan yang bisa memberikan gaya dorong dan meluncurkan roket dengan kecepatan relatif tinggi. Desain itu merupakan ramalan Konstantin dan tidak pernah benar-benar dibuat pada masa hidupnya.

Hingga akhir hidupnya, 19 September 1935, Konstantin tidak pernah menyaksikan desain motor roketnya terwujudkan, karena ketidakstabilan politik Rusia dan kekurangan sumber daya manusia. Namun, pemikiran roket multistage-nya telah diaplikasikan untuk meluncurkan wahana dan manusia ke luar angkasa pada era sekarang. Hingga saat ini tulisan-tulisan karya Konstantin Tsiolkovsky tetap dipelihara, terutama untuk merangsang pertumbuhan program roket dan ruang angkasa Rusia. 

roket luar angkasa terbesar

Diposting oleh astronomi

5 Roket Luar Angkasa Terbesar yang Pernah Diciptakan

Oleh: Galih Pakuan
[UNIKNYA.COM]: Teknologi roket luar angkasa berkembang pesat saat ini, keinginan manusia untuk menciptakan sistem yang menyokong kehidupan manusia di bumu agar lebih baik memacu para ilmuwan dan insinyur untuk berlomba-lomba menciptakan roket terbaiknya. Mesin roket dikembangkan dengan cara melakukan banyak uji coba, seperti halnya aksi-reaksi, sehingga tak pelak kegagalan adalah hal yang wajar walaupun menghabiskan biaya besar. Berikut adalah 5 roket luar angkasa yang pernah diciptakan:


1. Proton

Proton (Sumber: mostinterestingfacts.com)

Roket Proton ini diluncurkan pada tahun 1965 dan sistem luncurnya masih digunakan hingga tahun 2009,  serta merupakan roket sekaligus sistem luncur tersukses dalam menembus gaya gravitasi di dalam sejarah Keluar-angkasaan. Roket ini memiliki ukuran tinggi 53m.

2. Falcon 9

Falcon 9 (Sumber: mostinterestingfacts.com)

Falcon  9 memiliki dua bagian yang dapat digunakan untuk mengorbit; bagian minyak dan cairan oksigen sebagai daya untuk meluncur ke angkasa, roket ini dibuat oleh Space. Roket ini diluncurkan pada tahun 2009, memiliki ukuran  tinggi 178 kaki.

3. H-IIB

H-IIB (Sumber: mostinterestingfacts.com)

Roket H-IIB merupakan sebuah roket yang berbahan bakar cairan, dibuat di Jepang yang menyediakan sistem peluncuran dengan tujuan utamanya meluncurkan H-II Transfer Vehicle (HTV) bagi Internasional Space Station (ISS). Memiliki ukuran tinggi 56 m.

4. Space Shuttle

Space shuttle (sumber: mostinterestingfacts.com,uniknya.com)

Roket ini merupakan salah satu yang terhebat, karena memiliki mesin dan sistem yang terbaik. Dibuat di Amerika, Shuttle digunakan untuk mengirimkan penumpang manusia ataupun barang ke luar angkasa dengan ukuran medium dan dioperasikan oleh tujuh orang awak. Bagaimanapun juga, penghitungan yang baik dalam desain, uji coba, kontruksi, dan hitungan minimal resiko.

5. Ariane 5

Ariane 5 (Sumber: mostinterestingfacts.com,uniknya.com)

Peluncuran dan penerbangan pertama Ariane 5 pernah gagal di tahun 1996, akibat sistem penghancuran diri setelah mengudara selama 37 detik, dikarenakan kegagalan pada peranti lunak kendalinya. Roket ini memiliki sistem komputerisasi termahal di dalam sejarah dunia. Roket ini memiliki tinggi 193m. (**)

teleskop

Diposting oleh astronomi

Teleskop

Pernahkan kalian keluar di malam hari dan mengamati bintang-bintang yang berkelip di langit? Bintang dan benda-benda langit lainnya jika dilihat dengan mata kita, terlihat begitu jauh dan kecil. Sangat sulit bagi kita untuk melihat dengan jelas keindahan benda-benda langit tersebut. Bisakah melihat bintang, bulan, dan planet lebih dekat dan jelas? Tentu saja bisa, dengan bantuan alat yang bernama teleskop/teropong.
Teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk memperbesar benda-benda yang sangat jauh agar bisa terlihat lebih dekat dan jelas oleh mata kita. Teleskop yang merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi mulai diperkenalkan oleh beberapa ilmuawan pada awal abad ke-17. Istilah teleskop berasal dari bahasa Yunani yaitu tele yang berarti jauh dan skopein yang berarti melihat atau mengamati.

Ilmuwan yang dianggap berjasa dalam penemuan teleskop adalah Galileo Galilei, seorang ilmuwan berkebangsaan Italia. Benda-benda langit/astronomi letaknya sangat jauh, sehingga walaupun sebenarnya cahaya yang dipancarkan benda-benda langit sangat terang, tetapi tetap saja bila dilihat dari Bumi cahaya mereka sangat redup. Oleh karena itu, dengan ditemukannya teleskop maka kita mendapat banyak pengetahuan tentang langit/astronomi yang sebelumnya tidak kita ketahui.

Teleskop sebenarnya hanyalah alat bantu, karena prinsip kerja teleskop itu membantu mata bekerja dalam mengumpulkan cahaya sehingga nampak lebih terang dan dapat diperbesar. Semakin besar diameter teleskop maka semakin banyak cahaya bintang yang dapat dikumpulkan teleskop sehingga benda-benda langit yang kita lihat menjadi lebih terang dan tajam.

Teleskop dibagi menjadi dua kelompok yaitu :
1. Teleskop bias, yang terdiri dari beberapa lensa yang bekerja berdasarkan prinsip pembiasan. Berikut beberapa teleskop bias:

Teleskop bintang
Teleskop bintang atau teleskop astronomi digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa luar. Teleskop bintang menggunakan dua buah lensa cembung, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Bayangan yang terjadi pada teleskop ini adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.




Teleskop bumi
Teleskop bumi menggunakan 3 buah lensa cembung, yaitu lensa okuler, lensa objektif dan lensa pembalik. Lensa pembalik berguna untuk membalikkan bayangan, sehingga bayangan akhir yang terbentuk menjadi nyata dan tegak tegak terhadap arah benda semula, agar mata tidak cepat lelah.







Teleskop panggung atau teleskop Galilei

Teleskop panggung atau teleskop Galilei menggunakan dua buah lensa, yaitu lensa cembung sebagai lensa objektif dan lensa cekung sebagai lensa okuler. Teleskop ini menghasilkan bayangan akhir yang maya, tegak dan diperbesar.











Teropong prisma

Jika pada teleskop bumi terdapat lensa pembalik, maka pada teleskop prisma terdapat prisma. Prisma-prisma tersebut digunakan untuk membalikkan bayangan dengan pemantulan sempurna. Teropong prisma menggunakan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan di antara lensa objektif dan lensa okuler. Bayangan yang terjadi pada teropong ini adalah maya, tegak, diperbesar.




2. Teleskop pantul, yang terdiri dari beberapa cermin dan lensa yang bekerja dengan prinsip pemantulan. Dalam kehidupan nyata, teropong yang paling sering digunakan adalah teropong pantul. Itu karena cermin lebih mudah dibuat dan murah dibandingkan lensa dan cermin lebih ringan dari pada lensa.

Diposting oleh astronomi

Astrologi Sejarah

Para Sejarah astrologi sebenarnya cukup menarik. Astrologi telah menjadi bagian utama dari banyak budaya akan kembali ke pra-sejarah kali. Beberapa sejarah astrologi adalah bertopeng dalam kontroversi dan misteri, karena astrologi digunakan sebelum alat itu dikembangkan untuk melihat planet-planet yang tidak dapat dilihat tanpa mata telanjang.
Yang berumur pendek provinsi Romawi Armenia pada tahun 117 (dalam jeruk), sebelah utara Mesopotamia.
Astrologi membuat penampilan pertamanya di pra-sejarah kali. Peta langit ditemukan di dinding gua, sama seperti gambar-gambar gua lainnya. Ini adalah yang paling kontroversial dan misterius dari semua bukti-bukti sejarah astrologi. Ini penghuni gua mungkin tidak memiliki alat yang diperlukan untuk melihat planet-planet. Bagaimana mereka tahu kemana mereka?
Penampilan berikutnya astrologi di Mesopotamia kuno dan budaya kuno lainnya. Budaya ini juga memiliki grafik astrologi luas yang tidak dapat dijelaskan. Namun, studi tentang astrologi ini cenderung dilewatkan ke Yunani melalui perdagangan dengan peradaban kuno.
Your Ad Here
Astrologi di Yunani diperluas ke bentuk yang kita mengenali di dunia Barat saat ini. Astrologi adalah bagian hidup sehari-hari di Yunani, dan Kekaisaran Romawi untuk mengikuti. Nama-nama planet, rasi bintang, dan tanda-tanda matahari dan bulan semua nama untuk Dewa Romawi dan nama lain.
Sarjana Yunani dan Romawi sering dijamin posisi di istana raja atau kaisar saat ini. Pengetahuan mereka tentang bintang-bintang dianggap sebagai bagian penting dari keputusan kerajaan, perencanaan pertempuran, dan aspeklain dari kehidupan istana. Namun, para ahli astrologi kali ini sering ditemukan hidup mereka berakhir tiba-tiba ketika pemerintah saat ini tidak seperti apa yang mereka katakan.
Untuk alasan ini dan lainnya seni astrologi hilang. Namun, itu membuat kembali datang bagus di Barat Eropa selama waktu dari Renaissance. Astrologi sekali lagi bentuk seni dihormati, dan mereka yang mempelajari astrologi dianggap beberapa pikiran terbesar periode. Namun, ketika usia pencerahan berakhir, astrologi sekali lagi menjadi topik yang dibahas jelas dan sedikit.
Source: http://id.hicow.com/perbintangan/rum/yunani-1782963.html

Related Articles

ilmu perbintangan dalam islam

Diposting oleh astronomi

Ilmu Perbintangan dalam Timbangan Islam

Dec 18
Ilmu Perbintangan dalam Timbangan Islam
Sesungguhnya kenikmatan Allah kepada manusia sangat banyak. Baik kenikmatan lahiriyah maupun batiniyah. Di antara kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia adalah penciptaan bintang-bintang di atas langit.

HIKMAH PENCIPTAAN BINTANG

Di dalam Al-Qur’an, Allah telah menjelaskan beberapa hikmah penciptaan bintang-bintang tersebut sebagai berikut:
  • Hiasan langit. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (Al-Mulk: 5)
  • Alat-alat pelempar setan. Yaitu lemparan terhadap jin yang berusaha mencuri berita langit. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam ayat di atas. Demikian juga banyak hadits-hadits Nabi yang memberitakannya. Di antaranya adalah hadits di bawah ini,

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَخْبَرَنِي رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْأَنْصَارِ أَنَّهُمْ بَيْنَمَا هُمْ جُلُوسٌ لَيْلَةً مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُمِيَ بِنَجْمٍ فَاسْتَنَارَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاذَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ إِذَا رُمِيَ بِمِثْلِ هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ كُنَّا نَقُولُ وُلِدَ اللَّيْلَةَ رَجُلٌ عَظِيمٌ وَمَاتَ رَجُلٌ عَظِيمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهَا لَا يُرْمَى بِهَا لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى اسْمُهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا سَبَّحَ حَمَلَةُ الْعَرْشِ ثُمَّ سَبَّحَ أَهْلُ السَّمَاءِ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ التَّسْبِيحُ أَهْلَ هَذِهِ السَّمَاءِ الدُّنْيَا ثُمَّ قَالَ الَّذِينَ يَلُونَ حَمَلَةَ الْعَرْشِ لِحَمَلَةِ الْعَرْشِ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ فَيُخْبِرُونَهُمْ مَاذَا قَالَ قَالَ فَيَسْتَخْبِرُ بَعْضُ أَهْلِ السَّمَاوَاتِ بَعْضًا حَتَّى يَبْلُغَ الْخَبَرُ هَذِهِ السَّمَاءَ الدُّنْيَا فَتَخْطَفُ الْجِنُّ السَّمْعَ فَيَقْذِفُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ وَيُرْمَوْنَ بِهِ فَمَا جَاءُوا بِهِ عَلَى وَجْهِهِ فَهُوَ حَقٌّ وَلَكِنَّهُمْ يَقْرِفُونَ فِيهِ وَيَزِيدُونَ

Dari Abdullah bin Abbas, dia berkata: “Seorang laki-laki dari sahabat Nabi dari kalangan Anshar memberitakan kepadaku: “Bahwa pada suatu malam ketika mereka sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada satu bintang yang dilemparkan sehingga bintang itu bersinar. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada mereka, ‘Pada zaman jahiliyah, apakah yang kamu katakan apabila ada ada bintang yang dilemparkan seperti ini?’ Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Kami dahulu mengatakan, ‘Pada malam ini telah dilahirkan seorang yang agung, dan telah wafat seorang yang agung.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya bintang itu tidaklah dilemparkan karena kematian seseorang, dan bukan karena hidupnya seseorang. Tetapi Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala ismuhu apabila telah memutuskan satu urusan, para malaikat pemikul ‘Arsy bertasbih, kemudian (para malaikat) penghuni langit yang mengiringinya juga bertasbih. Sehingga tasbih itu sampai kepada penghuni langit dunia ini. Kemudian para malaikat yang dekat dengan para pemikul ‘Arsy bertanya kepada para pemikul ‘Arsy, ‘Apakah yang telah dikatakan oleh Rabb kamu?’ Maka mereka memberitakan kepada para malaikat itu tentang apa yang Allah katakan. Kemudian sebagian penghuni langit meminta kabar kepada sebagian yang lain. Sehingga kabar itu sampai ke langit dunia ini. Kemudian jin mencopet pendengaran, lalu memberikan kepada wali-wali (kekasih) mereka. Dan mereka dilempar dengan bintang itu. Maka apa yang mereka bawa sesuai dengan aslinya itu haq, tetapi mereka berdusta padanya dan menambahi.’” (HR. Muslim, no. 2229; Ahmad, juz 1/hlm. 218)
  •  Tanda-tanda untuk mengetahui arah dan jalan. Allah Ta’ala berfirman, “Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (An-Nahl: 97)Inilah hikmah-hikmah penciptaan bintang yang dijelaskan oleh Allah Ta’ala, maka janganlah seseorang berlebih-lebihan dengan mencari-cari tujuan-tujuan yang lain dari bintang-bintang ciptaan Allah Ta’ala itu. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Qotadah –semoga Allah merahmatinya- berkata,

خَلَقَ هَذِهِ النُّجُومَ لِثَلَاثٍ جَعَلَهَا زِينَةً لِلسَّمَاءِ وَرُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَعَلَامَاتٍ يُهْتَدَى بِهَا فَمَنْ تَأَوَّلَ فِيهَا بِغَيْرِ ذَلِكَ أَخْطَأَ وَأَضَاعَ نَصِيبَهُ وَتَكَلَّفَ مَا لَا عِلْمَ لَهُ بِهِ

Allah telah menciptakan bintang-bintang ini untuk tiga (perkara): hiasan untuk langit, melempar setan, dan tanda-tanda yang dijadikan petunjuk (jalan/ arah/ daerah). Barangsiapa menerangkan tentang bintang-bintang dengan selain itu, dia telah berbuat keliru, menyia-nyiakan bagiannya, dan memberatkan diri dengan apa yang dia tidak memiliki ilmunya.” (Kitab: Bad’ul Kholq, bab: Fiin Nujum)

ILMU PERBINTANG YANG TERLARANG

Perlu diketahui bahwa sejak dahulu sampai sekarang, banyak orang yang mempercayai bahwa kejadian-kejadian akan datang, nasib manusia, dan semacamnya dapat diketahui lewat bintang-bintang. Sesungguhnya ini merupakan perkara yang bertentangan dengan aqidah Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي ثَلاَثًا: حَيْفَ الْأَئِمَّةِ , وَإِيْمَانًا بِالنُّجُومِ , تَكْذِيْبًا بِالْقَدَرِ

“Aku khawatirkan pada umatku tiga perkara: penyimpangan imam-imam (tokoh-tokoh panutan; pemerintah), keyakinan terhadap bintang-bintang, dan pendustaan terhadap takdir.” (HR. Ibnu ‘Asakir; Ibnu Abdil Barr di dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi 2/39; Abd bin Humaid; Lihat Ad-Durrul Mantsur 8/31; Kanzul ‘Ummal 6/15. Hadits hasan dengan semua penguatnya. Fathul Majid, hal: 292)
Anggapan demikian itu sesungguhnya termasuk ilmu sihir, sebagaimana disebutkan di dalam hadits di bawah ini,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنْ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنْ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ

Dari Ibnu Abbas, dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa mengambil (mempelajari) ilmu (masalah; pengetahuan) dari bintang-bintang, dia mengambil satu bagian dari sihir. Pengambilan sihir itu bertambah selama dia bertambah mengambil (mempelajari).’” (HR. Abu Dawud, no. 3905; Ahmad 1/277; Al-Baihaqi, no. 3726. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
Al-Khaththabi berkata, “Ilmu perbintangan yang terlarang adalah ilmu yang oleh para ahli perbintangan dijadikan petunjuk terhadap pengetahuan kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang belum terjadi. Seperti datangnya hujan dan perubahan harga-harga (barang). Adapun ilmu perbintangan untuk mengetahui waktu-waktu shalat, arah kiblat tidak masuk yang terlarang”.
Syeikh Shalih Al-Fauzan menyatakan, “Maka barangsiapa mengaku-ngaku perkara ghoib dengan sarana apa saja –selain yang dikecualikan oleh Allah kepada para Rasul-Nya (lewat wahyu-Nya)- maka dia pendusta, kafir. Baik hal itu dengan sarana membaca telapak tangan, gelas, perdukunan, sihir, perbintangan/ zodiak, atau lainnya”. [Lihat: kitab At-Tauhid, hal. 30, karya Syeikh Shalih Al-Fauzan, penerbit Darul Qosim, cet. 2, th:.1421 H/ 2000 M]
Beliau juga berkata, “Maka barangsiapa mengaku-ngaku mengetahui perkara ghoib atau membenarkan orang yang mengaku-ngaku hal itu, maka dia musyrik, kafir. Karena dia mengaku-ngaku menyekutui Allah dalam perkara yang termasuk kekhususan-kekhusuan-Nya”. [Lihat: kitab At-Tauhid, hal.31, karya Syeikh Shalih Al-Fauzan, penerbit Darul Qosim]

MACAM-MACAM PERBINTANGAN

Syeikh Al-‘Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan masalah tanjiim (perbintangan). Beliau menyatakan bahwa ilmu tanjiim ada dua:
1) Ilmu At-Ta’tsiir (Astrologi; ilmu yang mempelajari tentang bintang dengan anggapan bahwa bintang-bintang itu memiliki pengaruh). Ini ada tiga:
a. Seseorang meyakini bahwa bintang-bintang memiliki pengaruh, sebagai pelaku, dengan arti: bahwa bintang-bintang itu yang menciptakan kejadian-kejadian dan keburukan-keburukan. Ini syirik akbar (syirik yang lebih besar, orangnya kafir atau murtad jika dia orang Islam). Karena barangsiapa mengklaim bahwa bersama Allah ada pencipta (selain Dia), maka dia orang musyrik dengan kemusyrikan yang besar. Karena dia menjadikan makhluk yang ditundukkan (yaitu bintang), menjadi pencipta yang menundukkan.
b. Seseorang menjadikan bintang-bintang sebagai sebab, sehingga dengannya dia mengklaim ilmu ghoib. Dia mengambil petunjuk dengan gerakan bintang-bintang, perpindahannya, dan perubahannya, bahwa akan terjadi demikian dan demikian karena bintang anu telah menjadi demikian dan demikian. Seperti seseorang mengatakan, “Orang ini kehidupannya akan celaka karena dia dilahirkan pada bulan anu”, “Orang ini kehidupannya akan bahagia karena dia dilahirkan pada bulan anu”. Maka orang tersebut telah menjadikan mempelajari perbintangan sebagai sarana untuk mengklaim ilmu ghoib, sedangkan klaim ilmu ghoib merupakan kekafiran yang mengeluarkan dari agama. Karena Allah Ta’ala berfirman,

قُل لاَّ يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ

Katakanlah, ‘Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.’” (QS. An-Naml: 65)
Firman Allah ini termasuk jenis pembatas yang paling kuat, karena menggunakan peniadaan dan pengecualian. Maka barangsiapa mengaku-ngaku terhadap ilmu ghoib, berarti dia telah mendustakan Al-Qur’an.
c. Seseorang meyakini bintang-bintang itu sebagai sebab terjadinya kebaikan dan keburukan. Maka ini syirik ashghar (syirik yang lebih kecil, tidak memurtadkan dari Islam). Yaitu jika telah terjadi sesuatu, dia menisbatkan kepada bintang-bintang. Dan dia tidak menisbatkan kepada bintang-bintang kecuali setelah terjadinya.
2) Ilmu At-Tasyiir (Astronomi; ilmu yang mempelajari tentang bintang, yang dengan perjalanannya dijadikan petunjuk untuk mashlahat (kebaikan) agama, seperti arah kiblat, atau mashlahat dunia, seperti: arah, letak tempat, musim, dan lainnya. Ini hukumnya boleh. [Lihat Al-Qsulul Mufid ‘ala Kitab At-Tauhid, 2/102-103, karya Syeikh Al-‘Utsaimin, penerbit: Darul ‘Ashimah, cet. 1, th. 1415 H]
Dari penjelasan ini kita mengetahui bahaya ramalan nasib atau kejadian-kejadian berdasarkan bintang, yang dikenal dengan istilah horoscop, pakuwon, atau semacamnya. Wallahul-Musta’an.
Penulis: Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsary (Pengasuh Ma’had Ibnu Abbas As-Salafy, Sragen)
Artikel www.UstadzMuslim.com

Free Earth Cursors at www.totallyfreecursors.com